Episode 7
KISAH DUKA
Tanggal 6 oktober 2018 sore hari sekitar jam tiga berita duka itu
datang padaku,dari kemenakan ku “ina lilahi wa inali lahi roziun”,bahawa salah
satu kemenakan ku cucu dari anak uwaku menigal dunia diusia masih sangat muda
lantaran kecelakaan,air mataku menetes ketika itu spontan terliput sedih.
Aku terhennyak dibangku
merenung dan membayangkan betapa sedih nya kedua orang tua nya yang sangat ia
sayangi harus berpisah untuk selama lama nya,inilah kenyataan hidup yang harus
dihadapi.
Dikursi tempat aku
duduk,jiwaku melayang jauh membayangkan duka yang pilu itu,aku tersadar ketika
isteri ku memanggil ku untuk segera bergegas mejenguk kerumah nya mata ku masih
terasa panas dan berkaca kaca kupergi kekamar mandi untuk mandi,setelah Asar,aku
dan isteriku berangkat,rumahku cukup jauh dari rumah kemenakan ku itu aku di
Muara enim kemenakan ku tinggal diTanjung enim perjalan nan dengan mengedarai
motor kurang lebih setengah jam,kondisi pisik ku kurang begitu pit aku baru
saja keluar dari rumah sakit opmame karna penyakit DM ku,namun aku berusaha
untuk tegar,aku harus tengok kemenakan ku yang sedang terkena musibah walau
pisik ku masih terasa gemetar belum begitu stabil,dengan mengendarai sepeda
motor aku dibonceng oleh isteriku kamipun sampai dirumah duka,jiran tetangga
dankeluarga sudah ramai berkumpul aura duka dan kesedihan sangat terasa sekai.
Jenazah belum tiba dirumah masih
dirumah sakit kami pun harus menunggu,sementara jiran tetangga memasang tenda
dan mempersiapkan segala sesuatu nya untuk keperluan pemakaman karna zenazah
akan dimakam kan hari tu juga,aku hanya terbengong bengong danterus berzikir
diteras kemudian aku bejalan kebelakang duduk dibelakang melihat tempat
persiapan pemandian zenazah.
Setelah zenazah sapai
dirumah kutemui ayah almarum ia memeluku tubuhku dengan erat dan kukatakan yang
sabar yaa.. ia mang..jawab nya lirih.
Zenajzah pun
dimandikan,haripun mulai merayap senja setelah solat isak zenazah kemudian
disholatkan dan lanjut diberangkatkan kepemakaman,ketika kereta zenazah
berangkat menuju pemakaman aku dan istriku mengiringi dari belakang namun tidak
sampai kepemakaman karna kondisi pisik ku terasa belum stabil,kami langsung
pulang ke Muara enim perlahan lahan.
“YAA..ALLAH BERIKAN LAH
KESABARAN DAN KETABAHAN KEPADA KAMI KUAT KAN IMAN KAMI TEMPATKAN LAH ALMAHRUM
DITEMPAT YANG LAYAK DISISIMU DAN MASUKAN LAH IA DIDALAM SURGA MU AMIN.. “
SALAM
HANGAT BUAT SAHABAT SEKALIAN
.link
Tidak ada komentar:
Posting Komentar