menu

Senin, 08 Oktober 2018

PERJALANANKU


Episode 7 
KISAH DUKA

Tanggal 6 oktober 2018  sore hari sekitar jam tiga berita duka itu datang padaku,dari kemenakan ku “ina lilahi wa inali lahi roziun”,bahawa salah satu kemenakan ku cucu dari anak uwaku menigal dunia diusia masih sangat muda lantaran kecelakaan,air mataku menetes ketika itu spontan terliput sedih.
Aku terhennyak dibangku merenung dan membayangkan betapa sedih nya kedua orang tua nya yang sangat ia sayangi harus berpisah untuk selama lama nya,inilah kenyataan hidup yang harus dihadapi.
Dikursi tempat aku duduk,jiwaku melayang jauh membayangkan duka yang pilu itu,aku tersadar ketika isteri ku memanggil ku untuk segera bergegas mejenguk kerumah nya mata ku masih terasa panas dan berkaca kaca kupergi kekamar mandi untuk mandi,setelah Asar,aku dan isteriku berangkat,rumahku cukup jauh dari rumah kemenakan ku itu aku di Muara enim kemenakan ku tinggal diTanjung enim perjalan nan dengan mengedarai motor kurang lebih setengah jam,kondisi pisik ku kurang begitu pit aku baru saja keluar dari rumah sakit opmame karna penyakit DM ku,namun aku berusaha untuk tegar,aku harus tengok kemenakan ku yang sedang terkena musibah walau pisik ku masih terasa gemetar belum begitu stabil,dengan mengendarai sepeda motor aku dibonceng oleh isteriku kamipun sampai dirumah duka,jiran tetangga dankeluarga sudah ramai berkumpul aura duka dan kesedihan sangat terasa sekai.

Jenazah belum tiba dirumah masih dirumah sakit kami pun harus menunggu,sementara jiran tetangga memasang tenda dan mempersiapkan segala sesuatu nya untuk keperluan pemakaman karna zenazah akan dimakam kan hari tu juga,aku hanya terbengong bengong danterus berzikir diteras kemudian aku bejalan kebelakang duduk dibelakang melihat tempat persiapan pemandian zenazah.
Setelah zenazah sapai dirumah kutemui ayah almarum ia memeluku tubuhku dengan erat dan kukatakan yang sabar yaa.. ia mang..jawab nya lirih.
Zenajzah pun dimandikan,haripun mulai merayap senja setelah solat isak zenazah kemudian disholatkan dan lanjut diberangkatkan kepemakaman,ketika kereta zenazah berangkat menuju pemakaman aku dan istriku mengiringi dari belakang namun tidak sampai kepemakaman karna kondisi pisik ku terasa belum stabil,kami langsung pulang ke Muara enim perlahan lahan.

“YAA..ALLAH BERIKAN LAH KESABARAN DAN KETABAHAN KEPADA KAMI KUAT KAN IMAN KAMI TEMPATKAN LAH ALMAHRUM DITEMPAT YANG LAYAK DISISIMU DAN MASUKAN LAH IA DIDALAM SURGA MU  AMIN.. “


SALAM HANGAT BUAT SAHABAT SEKALIAN 

.link

Tidak ada komentar:

Posting Komentar